Surabaya (ANTARA News) – Sejumlah TKW Indonesia yang bekerja di Hongkong membentuk Forum Budaya Buruh Migran Indonesia (FBBMI) untuk mewadahi aspirasi serta kegiatan kebudayaan mereka selama berada di tanah air.
Bonari Nabonenar, salah seorang penggerak seni buruh migran kepada ANTARA News di Surabaya, Senin mengemukakan, FBBMI itu diketuai oleh Wina Karnie, TKW asal Magetan yang sudah menerbitkan buku kumpulan cerpen, “Perempuan Negeri Beton”.
“FBBMI akan diresmikan 17 Oktober di Dusun Nglaran, Desa Cakul, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, Jatim bersamaan dengan kegiatan diskusi bertema `Orang Kampung dan Globalisasi`,” katanya.
Menurut dia, FBBMI akan menjadi wadah untuk memfasilitasi para buruh yang mengambil cuti dan hendak menggelar pentas seni atau kegiatan budaya lainnya di Indonesia. Forum itu juga akan menjadi wadah konsultasi TKW yang hendak menerbitkan buku.
“Kebetulan Wina Karnie juga menjadi Ketua Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Hongkong yang merupakan organisasi para penulis,” kata Ketua Paguyuban Pengarang Sastra Jawa Surabaya (PPSJS) itu.
Menurut dia forum itu dibentuk karena selama ini lembaga pembelaan atau advokasi kaum buruh migram sudah banyak berdiri, sedangkan untuk menjembatani kegiatan budaya bagi mereka belum pernah ada, khususnya ketika mereka berada di tanah air.
Selain kegiatan peluncuran FBBMI dan diskusi, di dusun terpencil di Trenggalek itu juga digelar pameran foto “Hongkong dan TKI Kita” yang merupakan kelanjutan dari pameran pertama di Galeri Surabaya, kompleks Balai Pemuda beberapa waktu lalu.
Sekitar seratus foto tentang seluk beluk Hongkong dan TKI itu akan dipamerkan mulai 15 hingga 17 Oktober di rumah orangtua Bonari sendiri.
“Mengapa diselenggarakan di Trenggalek? Karena pameran itu memang akan dikelilingkan se Jatim, khususnya wilayah yang banyak menyumbangkan TKW ke Hongkong. Kebetulan yang banyak daerah kawasan selatan Jatim,” katanya.
Ia mengemukakan, di Trenggalek kemungkinan besar foto-foto itu mendapatkan apresiasi lebih baik dibandingkan dengan di Surabaya. Sebab Trenggalek dan sekitarnya merupakan salah satu daerah yang banyak memberangkatkan TKW ke Hongkong.
Foto-foto karya para TKW itu memotret berbagai obyek di tempat kerja mereka, seperti gedung-gedung bertingkat hingga 60 tempat mereka bekerja, aktivitas mingguan mereka di Victoria Park, fasilitas umum, kendaraan di jalan atau perpustakaan tempat mereka memperkaya wawasan.
Lewat pameran itu, Bonari berharap akan memberikan gambaran lengkap kepada masyarakat, khususnya keluarga para TKW mengenai pekerjaan para buruh itu serta suasana dan kehidupan di negeri Hongkong.
“Misalnya, foto flat yang terdiri atas 50 hingga 60 lantai tempat para TKW bekerja sebagai pembantu. Foto itu memberikan informasi penting bagi keluarga TKW maupun calon TKW yang belum berangkat,” katanya.
Menurut Bonari, calon TKI akan tahu bahwa mereka bisa bekerja di gedung tingkat 60. Dengan pengetahuan itu, para calon TKW bisa mengukur diri, apakah mereka berani berangkat atau tidak. (*)
dikutip dari: http://www.antara.co.id/arc/2007/10/8/tkw-hongkong-bentuk-forum-budaya-buruh-migran/
selamat berjuang semoga sukses
Wah mg aja perjuanganya berguna
Assalamu’alaikum wr wb.
Subhanallah betapa bahagianya ketika kami mengetahui banyak warga Indonesia di Hongkong yang berusaha merubah hidupnya lebih baik bukan sekadar TKI biasa.
kami dari yayasan lentera Hati Jogja memiliki forum Taman syurga. Forum tersebut menggawangi kegiatan-kegiatan pelatihan dan tabligh Akbar.
melalui perjumpaan sederhana ini, kami bermaksud menawarkan kepada forum TKI di Hongkong untuk mengadakan Pelatihan yang sedang kami kembangkan di Indonesia. Program Pelatihan yang sedang kami kembangkan saat ini adalah Terapi Energi Syukur yang merupakan fenomena baru dalam dunia keilmuan, wawasan, sosial dan dunia pelatihan di Indonesia khususnya.
Program Pelatihan Terapi Energi Syukur insyaAlloh sangat bermanfaat sebagai alternatif solusi terbaik dalam mengatasi berbagai persoalan hidup. seperti tertimpa musibah, menderita sakit bertahun-tahun, rumah tangga berantakan (broken home) dll.
terapi Energi syukur adalah merupakan metode optimalisasi syukur sehingga menghasilkan energi yang sangat luar biasa yang bisa mengantarkan seseorang keluar dari berbagai persoalan hidup.
terapi ini sangat jauh dan anti dengan kesyirikan dan sejenisnya. Karena semata-mata dengan menggunakan rahasia kekuatan syukur yang benar sesuai al qur’an.
tentu kita semua bertnya-tanya, bagaimana sich cara bersyukur yang benar sehingga syukur dapat menghasilkan energi dalam tubuh untuk mengantarkan seseorang keluar dari berbagai peroslan hidupnya.
Adapun program Tabligh Akbar juga sering kami selenggarakan. Kmi juga merupakan komunitas para Da’i Muda Indonesia yang di dalamnya juga terdpat para Da’i TPI yang kini sedang naik daun di Indonesia. Sekiranya kehadiran kami bisa bermanfaat untuk saudara-saudara kami di Hongkong, insyaAlloh kami akan sangat senang untuk menjalin silaturrahim ini selamanya. Amin
Awan Abdullah
(trainer, Da’i TPI asal Jogja, Penulis dan Pengusaha Muda)
0813 8292 8200